PALU, MonitorNasional – Antrian yang padat di berbagai SPBU di Kota Palu bukan pemandangan yang baru, tetapi kondisi ini sudah terjadi tiga bulan belakangan ini. Seperti Aktivitas pengisian bahan bakar di SPBU Sigma, ada aktivitas pengisian BBM jenis pertalite ke dalam jeriken di area gudang milik SPBU Sisingamangaraja Palu (SPBU 74.941.27), Kelurahan Besusu Timur, Kecamatan Palu Timur, menuai sorotan.
SPBU yang dikenal dengan sebutan SPBU Sigma itu diduga menjadi lokasi penampungan BBM oleh pihak tertentu. Bahkan, muncul dugaan adanya kerja sama antara oknum penampung yang diduga mafia BBM dan pihak SPBU.
Aksi itu terungkap setelah seorang mahasiswi Universitas Tadulako (Untad) yang berada di lokasi melihat aktivitas mencurigakan dan merekamnya menggunakan telepon genggam milik nya.
Mahasiswi yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan itu mengaku awalnya hanya berdiri di depan ATM sambil menunggu tantenya mengantre BBM.
“Saya sebenarnya tidak tahu kalau ada pengisian pertalite ke jeriken yang dilakukan di depan gudang milik SPBU Sigma. Awalnya saya melihat sepeda motor Thunder yang baru selesai mengantre BBM tiba-tiba berbelok ke arah gudang. Saya pikir pengendaranya mau ke ATM, tetapi gerak-geriknya membuat saya curiga,” ungkapnya kepada Media Alkhairaat, Rabu (28/10).
Karena merasa ada aktivitas yang tidak biasa, ia terus memperhatikan pergerakan pengendara tersebut. Tak lama kemudian, seorang pria terlihat keluar dari gudang sambil membawa dua jeriken menuju dua mobil yang terparkir di depan gudang.

“Saya mengikuti arah bapak dari kejauhan yang membawa jeriken itu. Ternyata ada temannya yang sedang mengisi BBM ke dalam jeriken yang diambil dari ember penampungan. Untung saya langsung merekamnya karena sejak awal gerak-gerik pengendara motor itu sudah sangat mencurigakan,” tuturnya.
Ia menyayangkan dugaan praktik penampungan BBM tersebut terjadi, karena masyarakat harus mengantre untuk mendapatkan pertalite, sementara dalam rekaman yang dibuatnya terlihat aktivitas pengisian BBM ke dalam jeriken.
“Luar biasa sekali le. Masyarakat mengantre berjam-jam, sementara mereka ini dengan mudahnya mengambil bensin dan menampungnya di jeriken. Entah mau dibawa ke mana BBM itu,” katanya.
Ia juga mempertanyakan pengawasan petugas SPBU terhadap aktivitas tersebut. Menurutnya, pengisian BBM ke dalam jeriken di area gudang terlihat jelas dari lokasi tempatnya berdiri.
“Saya berdiri di depan ATM saja bisa melihat aktivitas itu. Lalu, petugas SPBU ke mana? CCTV yang mengarah ke gudang juga bagaimana?” ujarnya.
Sementara itu, Ridwan, warga Besusu yang merupakan pensiunan ASN Pemerintah Kota Palu dan berada di lokasi, turut mempertanyakan pengawasan terhadap aktivitas yang terekam tersebut.
Menurutnya, perlu ada penelusuran untuk memastikan apakah aktivitas penampungan BBM itu diketahui atau melibatkan pihak SPBU.
“Tidak mungkin penimbun BBM ini bisa melakukan aktivitas dengan leluasa seperti itu tanpa ada pengawasan. Masa kegiatan seperti ini tidak diketahui? Di mana pengawasan aparat kepolisian dan Satpol PP? Bagaimana dengan satgas yang dibentuk pemerintah daerah?” kata Ridwan.
Ia berharap pihak terkait segera turun tangan untuk menelusuri dugaan penampungan BBM tersebut, termasuk memastikan asal-usul BBM dan pihak yang bertanggung jawab.
Dikonfirmasi secara terpisah, Pengawas SPBU Sisingamangaraja Palu, Sahril, mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas pengisian BBM ke dalam jeriken di area gudang tersebut.
Ia mengatakan baru mengetahui kejadian itu setelah melihat video yang beredar. Menurutnya, gudang yang menjadi lokasi aktivitas tersebut sudah lama tidak digunakan.
“Betul, saya tidak tahu-menahu. Gudang itu sudah lama tidak digunakan. Saya juga tidak melihat ada dua mobil dan motor Thunder yang parkir di depan gudang untuk melakukan pengisian BBM ke dalam jeriken. Saat itu saya sibuk di dalam kantor dan keluar ruangan setelah ada yang komplain,” jelas Sahril kepada Media Alkhairaat, Rabu (28/10).
Terkait keberadaan kamera pengawas, Sahril menyebut CCTV yang tersedia di SPBU tersebut hanya mengarah ke bagian depan ATM Center, tidak menjangkau area gudang.
Meski demikian, ia mengaku akan meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya dugaan aktivitas penampungan BBM oleh pihak lain di area gudang milik SPBU yang dikelolanya.
Sebelumnya, Kapolsek Mantikulore, Iptu Andi Rampewali, telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pribadi terkait dugaan aktivitas dugaan mafia BBM di SPBU wilayah Mantikulore. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan meski pesan yang dikirim statusnya telah terbaca.*
(Reisyah)












