Pemerintah Sulteng, tekan Laju Inflasi ditengah Efisiensi 2026

MonitorNasional – Laju inflasi di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada September 2026 tercatat sebesar 3,21 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini menunjukkan pergerakan yang dinamis namun tetap berada dalam koridor kendali di tengah kebijakan efisiensi dan langkah stabilitas harga yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama Bank Indonesia.

Laju inflasi tahunan Sulteng sempat mengalami fluktuasi signifikan pada awal tahun sebelumnya, namun akhirnya berangsur stabil di kuartal ketiga.

Berikut adalah rincian perkembangan inflasi di Sulawesi Tengah sepanjang tahun 2026:

-Januari 2026: Inflasi melonjak hingga 4,55% (yoy) akibat dampak cuaca ekstrem yang mengganggu pasokan pangan.

-Maret & April 2026: Mengalami penurunan ke angka 2,83% (yoy) pada Maret dan terus melandai menjadi 2,21% (yoy) pada April.

-Juli & Agustus 2026: Stabil di kisaran 2,86% (yoy) pada Juli, kemudian mencatatkan deflasi bulanan sebesar 0,18% pada Agustus sehingga inflasi tahunannya berada di angka 2,61% (yoy).

-September 2026: Berada di angka 3,21% (yoy), bergerak seiring dengan kenaikan inflasi nasional.
Berdasarkan data berkala dari BPS Provinsi Sulawesi Tengah, dinamika inflasi selama periode ini dipengaruhi oleh beberapa kelompok komoditas utama.

Kenaikan harga berkala didominasi oleh komoditas pangan seperti tomat, cabai rawit, bawang, dan beras akibat faktor musiman. Selain itu, peningkatan harga BBM nonsubsidi (seperti Pertamax Turbo dan Dexlite) pada September serta fluktuasi tarif angkutan udara turut menyumbang andil inflasi.

Tekanan inflasi berhasil diredam oleh penurunan harga (deflasi) pada kelompok ikan laut seperti ikan lajang, ikan cakalang, dan ikan selat.

Langkah Pengendalian pemerintah daerah dimasa Efisiensi yaitu menjaga daya beli masyarakat di tengah program efisiensi anggaran daerah, melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulteng dengan menerapkan strategi terintegrasi guna mengamankan rantai pasok.

Selain itu, tim juga Mengoptimalkan Gerakan Pangan Murah (GPM) serta menyalurkan beras SPHP secara berkala.

Upaya lain yang dapat dioptimalkan pemerintah adalah Mengembangkan wadah penyimpanan pangan berbasis teknologi guna menjaga kesegaran pasokan komoditas cepat rusak (volatile food), serta mengoptimalkan intervensi logistik untuk memotong jalur distribusi komoditas dari daerah surplus ke daerah minus, ungkap Kepala BPS Sulteng, Dr. Daryanto Sabtu (3/10/2026). *

Bagikan Ke :
Exit mobile version